Kamis, 15 Desember 2016

Mikoyan Gurevich Mig-19 Farmer

Mikoyan Gurevich Mig-19S Farmer


Pesawat ini dibeli Indonesia sebanyak 10 unit dari Rusia pada Tahun 1961. Awalnya, Indonesia tidak berminat untuk membeli pesawat ini,namun syarat untuk membeli Mig-21 waktu itu, Pemerintah Uni Soviet (sekarang Rusia) hanya bersedia jika membeli sepaket dengan Mig-19. Pesawat ini lalu di masukkan ke dalam Skadron Udara 12 yang berpangkalan di Lanud Kemayoran, Jakarta. Pesawat ini ikut dalam operasi Dwikora, tetapi nasib pesawat ini memilukan pada 1965 sebanyak 5 pesawat ini di jual ke Pakistan. Selain itu,beberapa penerbang dan teknisi juga dikirim ke Pakistan yang sedang mengalami konflik dengan India. Lalu pesawat ini ditukar dengan 3 pesawat L-1049 Super Constellation namun ketika baru saja mendarat di Indonesia ternyata performa pesawat itu cukup buruk dan hanya dipakai beberapa tahun saja.


















Monumen pesawat tersebut masih dapat dilihat di :





https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgoMa1B3Z_Z0sEiLoY_8sli-MOUZecnnUUrhJ4G_fl4RwZVpUjy-sYWu0Tn5gAQxZgj92oqDpifjFJTK12thFmiFjigJRZv7JV7RnakxDCx7qBSoDtzpVIPLk_nDGG-WtfRKL-trCvxQ_c/s400/578798_3988979921478_703755387_n.jpg
komplek AAU,Yogyakarta (F-1903)


https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhHSg4wVHK-r_5f2X_fiAhqWglnKX7aK5qF5xD-yRFuzczH68kBq-jz1uwaSkNZtWWaQxYeXwvfMgVU2Vw4_6Vm_x8fcOOgCC7D6lVxb68NyHl5ezx6SoBQHfdi9H0k5LXdqAAnP-ZaXNw/s400/mig-19s-01.jpg
Museum Dirgantara Mandala,Yogyakarta (F-1904) (Foto by om Alex)


https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjVSlBxsJxJ2OQ2JJ4jF3EfooXam6iJsVfd0C2Yb9bkTQK_Qnz29wzZQa1gx56_lp574Sl9FYe8SHaP6DF6yc71yUftgzX2KQP4yKyiWCpex-tAws4OYL1UZmYuncijXBNBek1rFoF9b2A/s400/mig19_02.jpg
Lanud Kemayoran, Jakarta (F-1902) (Dikirim ke AS )










Minggu, 20 November 2016

Mikoyan Gurevich Mig-21 Fishbed
























Mikoyan Gurevich Mig-21F-13 " Fishbed C "

Pesawat ini dibeli Indonesia pada tahun 1961 dan datang ke Indonesia pada 1962. Indonesia memakai
sebanyak 20 pesawat Mig-21 seri Mig-21 Fishbed C . Sebanyak 5 buah pesawat mengalami kecelakaan. Pada sekitar tahun 1970an pesawat ini  digrounded akibat kekurangan suku cadang. 4 diantaranya masih ada di Indonesia antara lain F-2158 (Hangar ITB) ,F-2160 (Museum Dirgantara Mandala) ,F-2164 (Museum Satria Mandala) , dan F-2167 (KOHANUDNAS). 10 diantaranya dibawa ke Amerika pada tahun 70-an.




















Peninggalannya :
Foto Hizkia Steven.
Museum Pusat TNI Satria Mandala,Jakarta
Foto Hizkia Steven.
Museum Pusat TNI AU Dirgantara Mandala,Yogyakarta
Foto Hizkia Steven.
Depan gedung Kohanudnas,Lanud Halim Perdana Kusuma

Selasa, 25 Oktober 2016

Lavochkin LA-11 dan LA-9UTI

Lavochkin LA-11 dan LA-9UTI

Pesawat ini datang dari RRC sekitar tahun 1957-1958 . Sebanyak 24 LA-11(registrasi F-901 s.d. F-924)  dan 3 La-9UTI (registrasi F-925 s.d. F-927)  dimasukkan kedalam Skadron Udara 3. Kedua pesawat ini diperkirakan datang bersamaan dengan Tupolev TU-2. Masa pakai pesawat ini tidak terlalu lama sekitar 2-3 tahun karena sudah digantikan oleh pesawat-pesawat jet buatan Mig.
Peninggalannya masih dapat dilihat di Museum Dirgantara Mandala Yogyakarta dengan registrasi F-911.
Museum Dirgantara Mandala,Yogyakarta (F-911) (Airliners.net) 

 Foto yang diatas merupakan editan dari saya.Foto-foto ketika aktif beroprasi di AURI masih belum ditemukan.

Avia B.33 (Ilyushin IL-10)




Sumber foto : Museum Lanud Halim Perdana Kusuma/ Dispen AU, Foto diambil pada tanggal 28 Februari 1959.

Avia B-33 dan CB-33 (ILYUSHIN IL-10)

AURI sempat memakai pesawat ini sekitar 14 buah yang didatangkan langsung dari Polandia sekitar tahun 1957-1958 kemungkinan registrasinya mulai dari F-371 sampai dengan F-384. Versi yang dipakai AURI adalah B-33 yang dimodifikasi pada bagian tanki bahan bakarnya agar dapat terbang lebih lama. Masa pakai Il-10 tidak terlalu lama karena katanya performa pesawat tersebut kurang bagus. Lalu akhirnya pesawat dikembalikan ke negara asalnya, Polandia. Untuk peningglan pesawat ini tidak ada karena seluruh IL-10 AURI dikembalikan ke Polandia.

Kamis, 27 Agustus 2015

CS-102 (Mikoyan Gurevich Mig-15UTI)

MIKOYAN GUREVICH MIG-15 UTI

Pesawat ini dibeli AURI sebanyak 30 buah pada tahun 1957. Versi yang dipakai AURI adalah CS-102 yaitu lisensi Mig-15UTI dari Ceko. Pesawat ini dimasukan kedalam Skadron Udara 11 Lanud Kemayoran,Jakarta(lalu di pindah ke Lanud Abdulrahman Saleh,Malang). Pesawat ini memiliki 2 crew  pesawat ini sempat dipakai untuk misi operasi Trikora dan Dwikora,tetapi pada tahun 1970an pesawat ini digrounded akibat kelangkahan suku cadang.



























Mig-15UTI AURI beregistrasi J-770 dengan livery Thunder di body pesawat
monumen pesawat ini ada di :
Foto Hizkia Steven.
Foto Hizkia Steven.
sebelum dicat ulang (memakai registrasi palsu J 185)
Foto AURI MiG plane photo.
Setelah dicat ulang
Depan gedung Kodiklatau,Lanud Halim Perdana Kusuma



Museum Dirgantara Mandala,Yogyakarta (J-767)

Sabtu, 11 Juli 2015

Antonov AN-12 CUB

Antonov AN-12 CUB

Indonesia memiliki An-12 dari Tahun 1960-an dari Uni Soviet. Lalu pesawat ini dimasukkan ke dalam Skadron Udara 32 Lanud Hussein Sasteranegara,Bandung (lalu Tahun 1980 Skadron 32 di pindah ke Lanud Abdulrahman Saleh,Malang). Indonesia mendapatkan 6 buah pesawat (T-1201 s/d T-1206). Para penerbang kita dulu sering menyebut pesawat ini dengan sebutan "Anton". Ketika baru sebulan operasional di Indonesia pesawat registrasi T-1203 mengalami kecelakaan di Palembang dan sebuah lagi mengalami kecelakaan di Lanud Halim. Selain itu, pesawat ini pernah digunakan sipil salahsatunya yang beregistrasi T-1205 dan mendapatkan registrasi sipil PK-PUB. Kemudian di tahun 1980an pesawat AN-12 AURI yang tersisa di scrap sehingga tidak meninggalkan peningglannya sama sekali.
T-1205 dengan nick name "Ardjuna"



T-1204

T-1205 













 T-1206
  


Senin, 06 Juli 2015

Lockheed L-1049 Constellation



LOCKHEED L-1049 CONSTELLATION

Pesawat ini didapatkan AURI sebanyak 3 buah (T-1041 s/d T-1043) dari negara Pakistan.Pesawat ini di dapatkan setelah AURI menukar 5  MiG-19 Farmer milik AURI tetapi ketika setelah mendarat di Indonesia ternyata performanya sangat buruk jadi pesawat ini dipakai hanya sekitar 1 tahun dari tahun 1969-1970. Peninggalannya sudah tidak ada.
Data L-1049 AURI yang saya peroleh sebagai berikut :
T-1041 : L-1049H eks-Pakistan International Airlines AP-AJZ. c/n 4836
T-1042 : L-1049H eks-Pakistan International Airlines AP-AJY. c/n 4835
T-1043 : L-1049C eks-Pakistan International Airlines AP-AFR. c/n 4521

T-1041 . By R Aqil Pratama , Sumber : Dispen AU

T-1042
 







T-1043